KEPMEN M.PE 555.K/26/M.PE/1995 Ulasan Pribadi

Gudang Transit Bahan Peledak

Sesuai dengan Kepmen Pertambangan No. 555.K/26/M.PE/1995, bahwa status gudang bahan peledak di pertambangan dibagi menjadi 3, yaitu gudang utama, gudang transit, dan gudang sementara, dimana perbedaan yang sangat mencolok adalah mengenai kapasitas gudang, terutama antara gudang utama dengan gudang transit.
Misalnya untuk Ammonium Nitrat, untuk gudang utama kapasitas maksimum yang diperbolehkan adalah 500 Ton/gudang, sedangkan untuk gudang transit diijinkan sampai dengan 2.000 Ton/gudang.

Beberapa perusahaan tambang yang penggunaan bahan peledaknya besar melihat ini (kapasitas gudang AN untuk gudang transit) celah untuk memaksimalkan penumpukan.Misalnya jika perusahaan butuh gudang dengan kapasitas 2.000 Ton, mereka akan cenderung membangun gudang transit daripada gudang utama, karena lebih punya gudang 1 x 2.000 Ton daripada 4 x 500 Ton.
Hal inilah yang SALAH KAPRAH, maka kali ini kita akan membahas mengenai prinsip dari gudang transit.

Mengapa ada gudang transit?Pertanyaan yang sangat relevan untuk kita tanyakan.
Kepmen 555.K, Pasal 72 ayat (1)
“Bahwa peledak harus diserahkan dan disimpan di gudang dalam jangka waktu tidak lebih dari 24 jam sejak tibanya dalam wilayah kegiatan pertambangan”              Peraturan Kapolri No. 2 Tahun 2008 Pasal 56 ayat (1b)                                         “bongkar muat dilakukan pada siang hari antara pukul 08.00 sampai dengan 18.00
waktu setempat”

Dengan adanya dua peraturan diatas, maka kalau AN yang diangkut banyak, maka sangat mungkin terjadi perusahaan tidak mampu memindahkan semua AN tersebut ke gudang utama dalam waktu 24 jam, tapi waktu yang bisa digunakan hanya jam 6 sampai 18, terutama kalau AN tersebut sampai di pelabuhan sudah sore.Maka dibutuhkan suatu tempat untuk menyimpan sementara AN sebelum masuk ke gudang utama yang letaknya di pelabuhan, maka disebut tempat itu GUDANG TRANSIT.

Selain itu, jika jarak pengangkutan sangat jauh, misalnya seperti di PT Freeport Indonesia, maka sangat dimungkinkan juga lokasi gudang transit ini berada di tengah jalan antara pelabuhan dengan gudang utama, dan tidak boleh berada di dekat lokasi kegiatan pertambangan.

Satu hal yang perlu diketahui bahwa, bahan peledak (atau bahan ramuan handak) dari gudang transit harus masuk dulu ke gudang utama, tidak boleh langsung digunakan di lokasi peledakan atau langsung ke pabrik emulsi. Hanya dari gudang utama, bahan peledak (atau bahan ramuan handak) boleh langsung digunakan di area peledakan atau masuk ke pabrik emulsi.Jadi sangat tidak mungkin suatu perusahaan memiliki gudang transit tetapi tidak memiliki gudang utama.

Salam

Horas Pasaribu

0