KEPMEN M.PE 555.K/26/M.PE/1995

BAB II – Bahan Peledak Dan Peledakan

Pasal 52 – Izin Gudang Bahan Peledak

(1)     Bahan peledak yang disimpan di tambang hanya pada gudang yang telah mempunyai izin dengan kapasitas tertentu sebagai mana ditetapkan oleh Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang secara tertulis. Apabila gudang bahan peledak terletak di luar wilayah tempat usaha pertambangan dan akan digunakan untuk kegiatan pertambangan, harus mendapat persetujuan tertulis dari Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang.

Tidak boleh ada penumpukan bahan peledak di tambang di luar gudang yang sudah diberi ijin, tentunya dengan kapasitas tertentu. Misalnya sebagian bahan peledak yang dibawa ke lapangan untuk kegiatan peledakan tidak habis dipakai, harus dikembalikan ke gudang bahan peledak atau tidak boleh ditumpuk ditempat lain. Begitu juga halnya jika gudang terletak diluar Wilayah Usaha Pertambangan, Handaknya bisa dipakai untuk kegiatan pertambangan setelah mendapat persetujuan dari KAPIT (Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang), yaitu Direktur Teknik dan Lingkungan Minerbapabum dan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi yang sudah mendapat SK pengangkatan dari Kepala Daerah.

(2)     Bahan peledak yang digunakan untuk kegiatan lain harus mendapat persetujuan dari Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang.

Jika Handak hendak digunakan untuk kegiatan lain, misalnya untuk konstruksi jalan, terlebih dahulu harus mendapat persetujuan dari KAPIT

(3)     Permohonan izin gudang bahan peledak sebagaimana dimaksud dalam ayat 1, harus melampirkan :

  1. Gambar kontruksi gudang bahan peledak dengan skala 1: 100 yang memperlihatkan pandangan atas dan pandangan samping serta hal-hal lain yang diperlukan sesuai dengan kapasitas maksimum gudang bahan peledak yang dimohonkan dan
  2. Gambar situasi gudang bahan peledak dengan skala 1: 5000 yang memperlihatkan jarak aman.

Akan dijelaskan kemudian alur proses permohonan ijin gudang bahan peledak

(4)     Permohonan izin gudang bahan peledak di bawah tanah harus dilengkapi dengan peta dan spesifikasi yang memperlihatkan rancang bangun dan lokasi gudang bahan peledak.

(5)     Detonator tidak boleh disimpan dalam gudang yang sama dengan bahan peledak lainnya tetapi harus dalam gudang tersendiri yang diizinkan untuk menyimpan detonator. Gudang detonator harus mempunyai kontruksi yang sama seperti gudang bahan peledak.

Beberapa jenis Bahan Peledak bisa disimpan bersama-sama dengan bahan peledak lain dengan ketentuan tertentu (secara detail akan dibahas pada pebahasan pasal 62). Akan tetapi khusus untuk detonator, harus disimpan dalam gudang tersendiri.

(6)     Persyaratan untuk mendapatkan izin gudang bahan peledak ditetapkan oleh Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang.

(7)     Masa berlaku izin gudang bahan peledak:

  1. Izin gudang bahan peledak sementara diberikan untuk 2 tahun;
  2. Izin gudang bahan transit diberikan untuk 5 tahun dan
  3. Izin gudang bahan peledak utama diberikan untuk 5 tahun.

(8)     Pelaksana Inspeksi Tambang dapat membatalkan izin gudang bahan peledak yang tidak lagi memenuhi persyaratan.

(9)     Apabila kegiatan pertambangn berhenti atau dihentikan untuk waktu lebih dari 3 bulan, Kepala Teknik Tambang harus melaporkan kepada Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang dan gudang harus tetap dijaga.

Jika kegiatan pertambangan berhenti tetapi masih terdapat sisa bahan peledak atau handak yang belum dipakai, ktt harus melaporkan ke KAPIT dan gudang harus tetap dijaga.

0

    5 Comments

  1. untuk gudang handak terkecil yang lazim biasanya kapasitas berapa ton,
    bisa di bantu untuk seketsa gambar tampak samping n tampak atas? trimakasih

    • Selamat siang Pak Sodiq

      Untuk kapasitas gudang yang diatur adalah kapasitas maksimum, bukan minimum
      akan tetapi yang ada dilapangan saat ini, yang terkecil untuk AN kapasitas sekitar 1 ton,
      dinamit 100 kg, dan deto 500 biji. Sekitar itu Pak.

      Untuk sketsa yang Bapak minta, untuk tindak lanjut silahkan hubungi saya di 0813.8330.1755

      Terimakasih dan Salam
      Horas Pasaribu

  2. untuk permohonan izin gudang handak, diajukan ke Polri atau ke Minerba??
    Mohon info nya, terima kasih

    • Selamat Siang Pak Handy,

      Izin Gudang Bahan Peledak untuk kegiatan pertambangan mineral dan batubara
      Ijin berasal dari Ditjen Minerba dan dari Mabel Polri
      Ijin terlebih dahulu dikeluarkan oleh Ditjen Minerba, kemudian berdasarkan Ijin tersebut
      Mabes mengeluarkan SIP3

      Demikian Pak Handy

      Salam
      Horas Pasaribu

  3. Wintarto Yudy Koesviantoro

    Selamat malam Pak, ini saya mau tanya, umpama di antara Gudang AN sama Gudang Dinamit di buat kolam untuk penampungan air persediaan hydran apa diperbolehkan menurut peraturan

Comments are closed.