Ulasan Pribadi : Kepmen 555.K/26/M.PE/1995

Didalam halaman ini bisa dilihat ulasan mengenai Kepmen 555.K/26/M.PE/1995 tanggal 22 Mei 1995 tentang Keselamatan Kerja Pertambangan Umum.

Ulasan ini merupakan ulasan pribadi penulis, dan dipersilahkan kepada pembaca untuk memberikan saran, perbaikan, sanggahan atau pertanyaan untuk menyempurnkan tulisan ini.

Semoga halaman ataupun topik ini bisa menambah wawasan kita semua, dan semoga bermanfaat untuk pekerjaan kita terutama yang berkecimpung di dunia tambang mineral dan batubara.

Penulis

10 Responses to Ulasan Pribadi : Kepmen 555.K/26/M.PE/1995

  1. Irpan Wahyuni says:

    Salam Pak Horas,
    saya dari PT. Cipta Kridatama Batulicin,
    Mau bertanya, tentang Hirarki Control, saat POP (Nop 2009, Banjarmasin) Pak Horas menjelaskan ada 4, yaitu, Enginering Control, Administrasi control, Work Praktice dan APD.
    Di site Kami masih Menggunakan, Eliminasi, Subtitusi, Eng. Control, Adm. Control dan APD,
    Bisa bantu jelaskan Pak, tentang kedua pendapat tersebut..
    terimakasih
    Salam

    • horas says:

      Selamat siang Pak Irpan yang baik,

      maaf atas keterlambatan reply ini, baru saya buka…

      Sebenarnya untuk hirarki pengendalian bahaya ada beberapa teori, setidaknya ada 5 teori.
      Yang Bapak adopsi di CK itu versi QUT-PFD, sedangkan yang 4 metode pengedalian bahaya adalah versi SHEQM.

      Pada hakikatnya teori-teori ini tidak berbeda secara filosofi, karena yang kita utamakan sebenarnya adalah
      masalah HIRARKI-nya.
      Misalnya untuk SHEQM, metodenya adalah : Engineering, Administration, Work Practice dan PPE, sedangkan untuk
      QUT-PFD : Eliminasi, Subsitusi, Engineering, Adm, PPE.
      Untuk SHEQM, eliminasi, substitusi sebenarnya sudah masuk dalam engineering.

      Kalau kita lihat urutannya, kedua teori ini sama saja, misalnya sama-sama mengutamakan engineering, dan
      PPE adalah pilihan terakhir.
      Kesimpulannya, kedua teori ini sama saja, karena yang kita butuhkan adalah Metode apa yang menjadi prioritas pilihan metode
      untuk mengendalikan suatu bahaya.

      Terimakasih dan Salam
      Horas Pasaribu

  2. Reza Supianto says:

    Pak Horas, saya cuman ingin bertanya berapa biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan sebuah KIM(kartu izin meledakan), dan adakah perundangan yang memuat tentang biaya untuk pembuatan KIM tersebut…

    Terima kasih

    Salam safety….

    • horas says:

      Selamat Siang Pak Reza…

      Untuk pembuatan KIM di Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara biayanya adalah Rp 0,- alias tidak ada biaya
      saya tidak mempunyai data kalau di daerah apakah ada biaya atau tidak

      Terimakasih dan Salam
      Horas Pasaribu

  3. Sugeng Priambodo says:

    Yth Pak Horas, saya ingin bertanya mengenai Tanggung jawab serta tanggung gugat pekerja dan pengawas pada pertambangan umum. demikian pak, terima kasih.
    Salam,

    • horas says:

      Selamat siang Pak Sugeng,

      Hal apa dari Tanggung Jawab serta Tanggung gugat pekerja dan pengawas yang mau ditanyakan Pak?

      Terimakasih dan Salam
      Horas Pasaribu

  4. 14 tahun 1969 tentang pokok pokok mengenai tenaga kerja yang selanjutnya mengalami perubahan menjadi UU No.

  5. Tatang Supriatna says:

    Siang Pak Horas

    Mau menanyakan apakah sudah ada soft copy untuk Kepmen 555 dalam versi Bahasa Inggris.

    Terimakasih
    Regards
    Tatang Supriatna

  6. jahembang manurung says:

    Salam Pak Horas.

    saya bekerja alah satu Sub cont PT. Adaro Indonesia sebagai Safety Officer.

    Dengan begitu banyak aturan dan tentu sanksi untuk sebuah pelanggaran yang sangat menakukatkan bagi karyawan. belakangan ini Sanksi menjadi yang terdepan.

    Menurut saya pribadi, dan yang terjadi dilapangan,
    1. masih banyak karyawan yang menganggap Aturan ini sebagai Tekanan.
    2. kurangnya SDM yang membuat sosiaslisasi harus lebih dimaksimalkan
    3. Perlu pendekatan yang lebih mengarah ke persahabatan, bukan antar atasan dan bawahan.
    4. setiap manusia pasti ada kesalahan” tergantung Pelanggaran” ditempat kami, saya mencoba menyimpulkan, setiap ada kesalahan, pelanggaran, perlu dikasih kesempatan untuk “Bertobat” untuk menyadari kesalahannya dan membantu SHE untuk menjelaskan dan mengajak Rekan kerjanya yang lain untuk lebih perhatian ttg K3.

    Pertanyaan saya pak Horas.
    – apakah sudah saatnya di Tim Safety/SHE memasukkan profesi Psikolog untuk melakukan pendekatan terhadap karyawan untuk lebih memahami K3 bukan untuk perusahaan, tetapi lebih kepada Kebutuhan Manusia.