Pemakaian Bahan Peledak untuk Kegiatan Pertambangan di Indonesia

Dari data diatas dapat kita lihat tingginya pemakaian akan Bahan Peledak dalam kegiatan pertambangan di Indonesia, dan bahkan untuk tahun 2009 pemakaian Ammonium Nitrate sebagai bahan ramuan bahan peledak diprediksi bisa mencapai 400.000 ton.

Bahan Peledak yang banyak digunakan adalah jenis Ammonium Nitrate (sebagai bahan ramuan bahan peledak), Dinamit (disebut sebagai bahan peledak peka detonator) dan detonator (baik electric detonator maupun non electric detonator).

Seharusnya kebutuhan dan pemakaian yang sangat besar ini menjadi sebuah KESEMPATAN buat negara kita untuk masuk dalam industri produsen Ammonium Nitrate (AN), akan tetapi yang terjadi sekarang hampir 90% dari pemakaian ini masih diimpor dari negara lain.

Sungguh suatu ironi, negara kita yang sangat kaya akan mineral atau bahan galian tambang, harus mengimpor kebutuhan-kebutuhan operasional kegiatan pertambangan dan setelah bahan galiannya didapat harus diekspor lagi.

Untuk itu mari, kita sebagai anak bangsa yang masih punya hasrat, keinginan, kemauan dan visi ke depan untuk memajukan bangsa ini, bersama memikirkan dan melakukan tindakan nyata supaya kita tidak menjadi penonton dan tidak menjadi tamu di rumah sendiri.

sedikit buah pikir dari

horas pasaribu

This entry was posted in mining. Bookmark the permalink.

3 Responses to Pemakaian Bahan Peledak untuk Kegiatan Pertambangan di Indonesia

  1. Terimakasih komentarnya Pak Jerry…

  2. Marsalin says:

    Saya setuju sekali Pak, tetapi melihat sistem administrasi dan birokrasi yang ruwet di Indonesia, kayanya butuh persiapan yang matang deh.